Showing posts with label d13lackl30y. Show all posts
Showing posts with label d13lackl30y. Show all posts

Sunday, November 20, 2011

OpenOffice MATH

0 comments
MATH adalah salah satu komponen OpenOffice.Org yang digunakan untuk menulis rumus matematika. MATH paling sering digunakan sebagai editor rumus untuk dokumen teks, tetapi juga dapat digunakan diberbagai dokumen yang lain maupun dokumen mandiri. Ketika digunakan pada WRITER, rumus ini dianggap sebagai objek yang ada di dalam dokumen tersebut. Hal yang sama jika kita memasukkan rumus ini ke dalam program OpenOffice.Org lainnya seperti, CALC dan IMPRESS


Untuk menggunakan OOo MATH, terdapat tiga cara utama untuk memasukkan sebuah formula:
  • Menulis markup pada editor rumus.
  • Klik kanan editor rumus dan pilih simbol dari menu konteks.
  • Pilih simbol dari toolbox Selection.

Untuk lebih lengkapnya, saya mendapatkan sebuah ebook dari seorang penulis yang lisensinya berada di bawah Creative Commoms Attribution. Silahkan download disini
Read More

Ebook OpenOffice MATH

0 comments
OpenOffice.org adalah aplikasi kantor berlisensi bebas dan terbuka. Salah satu komponennya adalah Math. Math berperan sebagai penyunting formula. Aplikasi ini memang tidak bisa dipakai untuk menghitung, tetapi fungsinya cukup diperlukan apabila karya tulis atau laporan yang kita buat perlu mencantumkan rumus di dalamnya.

Math.
Buku ini memuat dasar-dasar bekerja dengan Math, seperti cara menyimpan dan membuka dokumen, menyisipkan formula ke aplikasi seperti Writer dan Math, dan mempelajari beberapa sintaks Math untuk membuat bentuk rumus yang lebih kompleks.

Di bawah ini beberapa sampel halaman dari ebook ini.

Bagi yang berminat, buku ini cukup lengkap dan dengan materi dan gambar yang sangat mudah dimengerti. Link downloadnya langsung dari Google Docs
Read More

Mengapa Linux lebih Tahan Virus

0 comments
Ketika membandingkan dua sistem operasi, antara Micr. Windows dengan GNU/Linux, kebanyakan orang/user pasti menjawab bahwa Linux more secure against viruses. Hal inilah yang mungkin juga menjadi alasan banyaknya hosting dan webserver komputer yang lebih nyaman menggunakan Server berbasis Linux daripada berbasis Windows Server.
Dalam tulisan ini, kami mencoba menjelaskan beberapa alasan, mengapa Linux lebih tahan dan lebih jarang terkena virus. Setidaknya ada 5 alasan utama, mengapa Linux lebih tahan terhadap Virus daripada Windows.

1. User Privileges
Secara default, Di Linux tidak ada user yang diberi kebebasan untuk mengubah system file/filesystem kecuali root/super user. Hanya super user/root-lah yang bisa menginstall software dan mengedit filesystem. Jadi untuk dapat memasang aplikasi atau perangkat lunak ataupun melakukan konfigurasi file kita harus menggunakan dan memiliki akses su-command.

2. No Executables
Tidak seperti Windows, Linux tidak mensupport .exe files, Linux tidak bisa menjalankan file *.exe. Padahal kebanyakan virus komputer menyebar melalui .exe file yang ketika kita klik dua kali tidak menyadari bahwa itu adalah worm, trojan ataupun malware lainnya (bukan aplikasi kita yang sebenarnya) yang dengan mudah mengintegrasi dan memperbanyak dirinya dalam  filesystem Windows.

3. No Registry
Registry menjadi tempat persembunyian virus lainnya, Virus biasanya menyembunyikan informasinya di dalam registry windows. Sehingga ketika kita sudah menghapus file virus, maka file tersebut akan ada lagi dan kadangkala file virus tersebut tidak bisa terhapus.Berbeda dengan Linux, tidak memiliki system registry layaknya windows, yang ada hanyalah konfigurasi-konfigurasi file dan itupun hanya yang memiliki akses root yang bisa mengubahnya. (point 1)

4. Tidak ada Internet Explorer (IE)
Internet explorer terpasang secara otomatis dalam windows. Konon katanya diyakini juga bahwa IE menjadi salah satu bug besar windows yang dengan mudahnya menyebarkan virus, walau kita tidak menggunakannya. Banyak vulnerabilitas ditemukan dalam IE.

5. Linux belum familiar.
Meskipun pengembang linux dan komunitas kini gencar mensosialisasikan linux desktop dan menjadikan linux agar menjadi user friendly, nyatanya survey masih banyak pengguna windows daripada Linux. Dikarenakan linux is not common like windows inilah jumlah virus yang ada di Linux pun juga minim. Di sisi lain, banyak virus tercipta dan menyebar melalui desktop bukan server, karena pembuat virus tau system keamanan dari server selalu diawasi dan selalu dimonitor oleh seorang admin

Sumber : Bablotech
Read More

Wednesday, October 12, 2011

Remote SSH Ubuntu via Putty di Windows

0 comments
Postingan sebelumnya, Install SSH kali ini saya akan menjelaskan bagaimana kita me-remote ubuntu ataupun distro linux lain via SSH melalui windows. Jika SSH sudah terinstall pada mesin linux (baca Install SSH Server jika SSH belum terinstall) silahkan download Putty dari website resminya. Ini merupakan salah satu tool yang akan kita gunakan untuk remote SSH pada mesin linux via windows. Selain gratis, putty juga memiliki size yang sangat kecil, sekitar 500kb.

Langsung saja, setelah download putty, klik 2x untuk membukanya...
Pada kolom "Hostname (or IP Address)" silahkan isi sesuai dengan Hostname atau Ip Address komputer yang akan di remote... Kemudian isi port sesuai dengan port SSH pada komputer linux (port default adalah 22).

Masukkan nama user untuk Login ke komputer tersebut. Kali ini saya loin sebagai d13lackl30y. Kemudian tekan enter lalu masukkan password usre tersebut.


Dan, ciluuuk..baaa... Kita sudah berada pada terminal linux melalui interface windows. Seperti aslinya kan....hahahaha....


Sekian dulu yah tutorial kali ini... Moga bermanfaat... Ngantuk...pengen tidur....See u tomorrow.....
Read More

Install SSH Server dan SSH Client di UBUNTU

0 comments
Pada postingan sebelumnya, saya sudah menjelaskan sedikit tentang apa itu SSH. Nah sekarang saatnya praktek... Bahan percobaannya, saya menggunakan ubuntu 10.10. Caranya:

Masuk ke Applications > Accessories > Terminal atau tekan kombinasi Ctrl + Alt + T.

Jika sudah muncul terminal, masuk sebagai root dengan perintah:

sudo su 

Silahkan masukkan password root. Untuk menginstall SSH, ketik :

sudo apt-get install openssh-server openssh-client

Lalu tekan enter. Jika muncul pesan error, silahkan update dulu ubuntu-nya dengan perintah:

sudo apt-get update

Proses instalasinya akan seperti di bawah ini:


Tunggu hingga proses instalasi selesai. Untuk membuktikan bahwa ssh telah sukses di install silahkan ketik perintah :

ssh localhost

Sekian dulu tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Jika kurang jelas, silahkan torehkan komentar di bawah ini.
Read More

SSH (Secure Shell)

0 comments
SSH yang merupakan kependekan dari Secure Shell adalah sebuah protocol network yang memungkinkan data di pertukarkan melalui sebuah kanal yang aman antara dua komputer. Satu unsur di dalam SSH yang memberikan jaminan keamanan dan integritas data adalah enkripsi. SSH menggunakan kunci publik (public-key cryptography) untuk mengautentikasi komputer yang akan melakukan pertukaran data. Pada web hosting, SSH biasanya digunakan untuk masuk ke server hosting dan mengeksekusi perintah - perintah tertentu secara remote (jarak jauh) dari komputer pelanggan sendiri. Dengan SSH pelanggan dapat mengedit file, menghapus, membuat file baru, memindahkan lokasi file dan hal - hal lain.
Selain itu SSH memungkinkan transfer data (upload / download) menggunakan protokol SFTP (Secure FTP) dan SCP (Secure Copy).

Client software yang sering digunakan untuk melakukan SSH adalah Putty. Sedangkan untuk melakukan upload dengan SCP, biasanya menggunakan WinSCP.
Read More

Tuesday, October 4, 2011

"Secure Boot" Win 8 Lock Dual Booting Linux?

0 comments
Seorang karyawan Red Hat mengatakan, fitur baru booting aman atau secure boot yang akan dijalankan Microsoft pada Windows 8 bisa menghalangi pengguna untuk menjalankan dual booting Linux dan Windows 8 pada PC mereka.

Benar atau salah, para eksekutif Microsoft belum berkomentar meskipun banyak yang menganggapnya benar. Dikutip dari Zdnet, Matius Garrett manajemen dan pengembang Linux mobile di Red Hat, menjelaskan tentang bagaimana sistem Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) dan secure boot Microsoft, berpotensi menggagalkan mereka yang ingin menjalankan dual boot Linux dan Windows 8 pada PC Windows 8 mereka. Garrett juga menyimpulkan “kita belum layak untuk panik, tetapi hal ini perlu di khawatirkan.”

Berikut adalah kebijakan Microsoft dalam sebuah postingan blognya mengenai sistem UEFI:

  • Semua firmware dan perangkat lunak dalam proses boot harus ditandatangani oleh Certificate Authority (CA)
  • Berlaku untuk klien Windows 8
  • Tidak memerlukan Trusted Platform Module (TPM)
  • Mengurangi kemungkinan adanya bootkits, rootkit dan ransomware

Garrett kembali menjelaskan mengenai kebijakan Microsoft, “Microsoft mensyaratkan bahwa seluruh mesin yang akan menjalankan Windows 8 harus berlogo Windows dengan fitur secure boot diaktifkan. Terdapat dua alternatif, yang pertama bahwa Windows akan di lisensi oleh Microsoft dan lisensi tersebut disertakan dengan seluruh sistem mesin, yang kedua masing-masing OEM (Original Equipment Manufacturer) memasukkan lisensi mereka sendiri dengan syarat menandatangani pra-instal versi Windows. Hal ini berarti setiap mesin yang berlisensi Microsoft dan OEM yang menjalankan Windows tidak akan bisa melakukan boot salinan generik dari Linux.”

Tetapi sebuah situs Ars Technica mengambil kesimpulan “Pada akhirnya, kebijakan yang akan diterapkan pada Windows 8 tidak mungkin untuk menghapus dual-boot Linux, tetapi Microsoft bisa saja membatasi jenis hardware yang bisa digunakan”, meskipun sampai saat ini Microsoft masih menjaga kerahasiaan seluruh rencana untuk Windows 8, dan belum memberikan tanggapan.

Read More

Thursday, September 29, 2011

Install CentOS Mode Grafis

0 comments
  •  Perhatian...!!!
Sebelum Memulai instalasi, pastikan kita sudah memiliki partisi kosong yang akan dijadikan sistem utama (/root) dengan ukuran minimal 3 GB (tidak termasuk Swap) atau 4 GB (termasuk swap). Jika RAM komputer hanya 1024 MB ata kurang, sebaiknya membuat swap dengan ukuran sekitar 2 hingga 3 kali ukuran RAM.

Bagaimana jika harddisk telah dipakai semua (dipartisi) untuk Windows atau sistem operasi lainnya? Ini bukan masalah, selama masih ada ruang kosong (free space) di harddisk minimal 10 GB yang akan di potong untuk CentOS minimal 5 GB sebagai partisi utama (/root) dan swap. Proses pemotongan partisi windows akan dilakukan pada saat instalasi CentOS. Kita juga dapat me-motong partisi dari windows dengan menggunakan program partition magic atau semacamnya.

  • Installation Progsess...!!!
Dalam tutorial kali ini, instalasi yang akan kita lakukan dalam mode grafis. Langkah pertama yang kita lakukan ialah setting BIOS komputer agar boot dari CD/DVD Drive.

Jika proses boot berjalan baik, akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Pada tampilan ini, kita diberikan 2 pilihan instalasi. Yang pertama, instal/upgrade pada mode grafis dan yang kedua instal/upgrade pada mode teks. Kali ini kita akan menggunakan mode grafis. Untuk itu, tekan "Enter" untuk masuk pada instalasi mode grafis.

Tampilan prosesnya akan seperti ini.


Setelah itu, akan muncul tampilan seperti di bawah ini dimana CentOS akan mengecek DVD instalasi. Berhubung proses ini memakan waktu yang cukup lama, ada baiknya kita "Skip".


Tekan "Next".


Pilih bahasa yang akan digunakan. Lalu tekan "Next".


Pilih U.S. English sebagai sistem default keyboard. Lalu tekan "Next".


Akan muncul peringatan bahwa harddisk yang dideteksi belum memiliki tabel partisi. Karena harddisk yang saya gunakan masih kosong, maka akan muncul peringatan seperti ini. Tekan "Yes" untuk melanjutkan.


Selanjutnya, kita tiba pada proses partisi.


"Klik" menu drop down pada bagian atas dan pilih "Create custom layout".


Kemudian klik "Next".


Pada menu ini, akan muncul harddisk yang terpasang pada komputer. Kebetulan harddisk yang saya gunakan belum memiliki partisi, pilih "free space" lalu klik "New".


Partisi pertama yang akan kita buat adalah swap. Klik pada "File System Type" lalau pilih "swap" kemudian isi Size sesuai kebutuhan. Dalam hal ini RAM pada komputer saya hanya 512 MB, saya melipatgandakan menjadi 1024/1000 MB yang akan dijadikan swap. Setelah itu klik "Ok".


Akan muncul "/dev/sda1" dengan type swap. Selanjutnya, klik "New" untuk membuat partisi utama (/root).


Klik pada "Mount Point" lalu pilih "/". Kemudian "File System Type" pilih "ext3" kemudian isi size-nya sesuai kebutuhan. Minimal 3 GB. Kemudian klik "Ok".


Nah, sekarang kita sudah memiliki 2 partisi yakni /dev/sda1 sebagai root dan /dev/sda2 sebagai swap. Klik "Next" untuk proses selanjutnya.


Pilih "The GRUB boot loader will be installed on /dev/sda. Yang artinya, kita akan menginstall boot loader CentOS pada /dev/sda.


Jika ingin mengkonfigurasi perangkat jaringan pilih "Manually". Jika tidak cukup tekan "Next".


Pilih lokasi lalu tekan "Next".


Isi password root, dimana password ini yang akan kita gunakan untuk login ke sistem dan juga akan digunakan sebagai administrator sistem untuk setup jaringan dan lain-lain. Klik "Next" untuk melanjutkan.




 Langkah selanjutnya, kita akan diberi pilihan paket-paket yang akan diinstal. Silahkan centang sesuai dengan kebutuhan. Klik "Next" untuk melanjutkan.




 Konfigurasi telah selesai, jika sudah yakin tekan "Next" untuk melanjutkan.


Dan proses instalasi akan dimulai. Beberapa capture proses instalasi seperti di bawah ini.










Jika selesai. Klik "Reboot" dan Sistem akan restart.



Inilah tampilan awal GRUB dari CentOS. Tekan "Enter" untuk masuk ke sistem CentOS.


Pada saat pertama masuk ke sistem CentOS, akan muncul wizard setting mulai dari firewall, SELinux, Date and Time, User, dan lain-lain. Klik "Forward" dan atur sesuai dengan kebutuhan.








Klik "Finish".


Isi user yang telah kita buat tadi.

Isi password user yang kita buat tadi.


Dan inilah tampilan dari CentOS.



Sekian dulu tutorial kali ini. Untuk instalasi berbasis text, segera...!!! See U next Time...
Read More