Sebelum Memulai instalasi, pastikan kita sudah memiliki partisi kosong yang akan dijadikan sistem utama (/root) dengan ukuran minimal 3 GB (tidak termasuk Swap) atau 4 GB (termasuk swap). Jika RAM komputer hanya 1024 MB ata kurang, sebaiknya membuat swap dengan ukuran sekitar 2 hingga 3 kali ukuran RAM.
Bagaimana jika harddisk telah dipakai semua (dipartisi) untuk Windows atau sistem operasi lainnya? Ini bukan masalah, selama masih ada ruang kosong (free space) di harddisk minimal 10 GB yang akan di potong untuk
CentOS minimal 5 GB sebagai partisi utama (/root) dan swap. Proses pemotongan partisi windows akan dilakukan pada saat instalasi CentOS. Kita juga dapat me-motong partisi dari windows dengan menggunakan program partition magic atau semacamnya.
- Installation Progsess...!!!
Dalam tutorial kali ini, instalasi yang akan kita lakukan dalam mode grafis. Langkah pertama yang kita lakukan ialah setting
BIOS komputer agar boot dari CD/DVD Drive.
Jika proses boot berjalan baik, akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Pada tampilan ini, kita diberikan 2 pilihan instalasi. Yang pertama,
instal/upgrade pada mode grafis dan yang kedua
instal/upgrade pada mode teks. Kali ini kita akan menggunakan mode grafis. Untuk itu, tekan "
Enter" untuk masuk pada instalasi mode grafis.
Tampilan prosesnya akan seperti ini.
Setelah itu, akan muncul tampilan seperti di bawah ini dimana
CentOS akan mengecek
DVD instalasi. Berhubung proses ini memakan waktu yang cukup lama, ada baiknya kita "Skip".
Tekan "
Next".
Pilih bahasa yang akan digunakan. Lalu tekan "
Next".
Pilih
U.S. English sebagai sistem default keyboard. Lalu tekan "
Next".
Akan muncul peringatan bahwa harddisk yang dideteksi belum memiliki tabel partisi. Karena harddisk yang saya gunakan masih kosong, maka akan muncul peringatan seperti ini. Tekan "
Yes" untuk melanjutkan.
Selanjutnya, kita tiba pada proses partisi.
"
Klik" menu drop down pada bagian atas dan pilih "
Create custom layout".
Kemudian klik "
Next".
Pada menu ini, akan muncul harddisk yang terpasang pada komputer. Kebetulan harddisk yang saya gunakan belum memiliki partisi, pilih "
free space" lalu klik "
New".
Partisi pertama yang akan kita buat adalah swap. Klik pada "
File System Type" lalau pilih "
swap" kemudian isi Size sesuai kebutuhan. Dalam hal ini RAM pada komputer saya hanya
512 MB, saya melipatgandakan menjadi
1024/1000 MB yang akan dijadikan swap. Setelah itu klik "
Ok".
Akan muncul "
/dev/sda1" dengan type swap. Selanjutnya, klik "
New" untuk membuat partisi utama (
/root).
Klik pada "
Mount Point" lalu pilih "
/". Kemudian "
File System Type" pilih "
ext3" kemudian isi size-nya sesuai kebutuhan.
Minimal 3 GB. Kemudian klik "Ok".
Nah, sekarang kita sudah memiliki 2 partisi yakni
/dev/sda1 sebagai
root dan
/dev/sda2 sebagai
swap. Klik "
Next" untuk proses selanjutnya.
Pilih "
The GRUB boot loader will be installed on /dev/sda. Yang artinya, kita akan menginstall boot loader CentOS pada
/dev/sda.
Jika ingin mengkonfigurasi perangkat jaringan pilih "
Manually". Jika tidak cukup tekan "
Next".
Pilih lokasi lalu tekan "
Next".
Isi password
root, dimana password ini yang akan kita gunakan untuk login ke sistem dan juga akan digunakan sebagai administrator sistem untuk setup jaringan dan lain-lain. Klik "
Next" untuk melanjutkan.
Langkah selanjutnya, kita akan diberi pilihan paket-paket yang akan diinstal. Silahkan centang sesuai dengan kebutuhan. Klik "
Next" untuk melanjutkan.